Kun Fa Yakun. Terjadi maka terjadilah. Begitulah kekuasaan Allah terhadap segala sesuatu termasuk dalam urusan jodoh.
”Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.” (Al Baqarah : 17)
Ketika Allah mengatakan jadi maka jadi. Begitu pula sebaliknya. Semuanya berada di dalam kehendak Allah. Akhir-akhir ini Allah memberikan pelajaran berharga untuk saya. Fenomena antara kampung dan kantor. Fenomena yang menurut saya bagaikan bumi dan langit.
Kantor, sebuah lingkungan area kerja yang menuntut profesionalisme ternyata membawa rejeki sendiri bagi karyawannya. Salah satunya rejeki yang bernama jodoh. Sungguh, ketika Allah memutuskan segala sesuatu, Ia tidak akan pernah memandang umur ataupun tingkat pendidikan. Teman-teman kantor di usia belum menginjak 20 tahun mereka memberanikan diri untuk menikah dimana masyarakat sering menyebutnya sebagai pernikahan dini. Sedang di sisi lain, saya melihat fenomena tersendiri di kampung rumah saya. Begitu banyak gadis berusia 30 tahun lebih belum juga dikarunia Allah rejeki yang bernama jodoh. Tapi di hari ini Allah telah menunjukkan sebuah kekuasaan Nya, jadilah maka terjadi. Gadis-gadis yang di saat mereka berusia 40 tahun, menemukan jodoh Nya dengan jalan yang diberkahi Allah yaitu perjodohan.
Kedua hal yang menurut saya tidak akan pernah bisa terjadi jika tidak ada campur tangan Allah di sana. Siapa sih yang menginginkan menikah di usia 40 tahun? Tidak ada yang menginginkan. Begitu pula sebaliknya, siapa sih yang menginginkan menikah di usia kurang dari 20 tahun (bagi yang belum siap menikah,red)? Lalu siapa yang harus dipersalahkan? Takdirkah atau kondisi fisik kita ataukah orang tua kita? Tidak ada yang salah. Semua itu sudah menjadi sebuah ketentuan Nya.
“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum : 21)
Jadi, tidaklah risau bagi yang belum menemukan jodohnya. Karena Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Perbaiki diri dan banyaklah berdoa. Teringat sebuah pesan dari ustadz Salim Al Fillah, ”Terkadang manusia itu tidak terlalu siap dengan pengabulan do’a. Ketika do’a itu Allah kabulkan, malah ia tidak bersyukur pada Allah.Bahkan cenderung mengingkari dengan ke-esa-an Allah” Ustadz Salim Al Fillah menggambarkan sebuah kisah, ada seorang teman beliau yang meminta diberikan rejeki berupa sepotong roti dan segelas susu tanpa harus bekerja untuk menyambung hidupnya. Ternyata Allah mengabulkan doa teman ustadz tersebut dengan jalan di penjara karena kena fitnah. Teman ustadz tersebut berontak dan menggungat Allah. Ia tidak terima dengan ketentuan Allah atas dirinya. Mengapa saya masuk penjara? Mengapa saya di fitnah? Ia tidak sadar kalau setiap hari di dalam penjara ia selalu mendapat sepotong roti dan segelas susu tanpa harus bekerja. Begitulah tabiat asli manusia. Tidak bersyukur dan cenderung mengingkari. Oleh karena itu, ustadz senantiasa menyarankan kepada kita, ”Berdoalah dengan meminta yang terbaik untuk hidup kita.”
Kini, perbaikilah kualitas do’a kita sehingga Allah berkenan merubah takdir hidup kita. Rasulullah bersabda : “Tidak ada yang dapat merubah takdir kecuali doa”.
Selain berdo’a, Teh Ninih pun juga memberikan kiat untuk menjemput jodoh. Berkhusnudzon pada Allah, bertaubat, banyak beramal dan bergaul dengan orang-orang sholeh.
Wallahu'alam bishshowab