Kamis, 29 Desember 2011

Menuju Pintu Kebahagiaan

Roda kehidupan senantiasa berputar, ada kebahagiaan dan kesedihan. Terhadap kebahagiaan janganlah terlalu bersenang-senang.Terhadap kesedihan janganlah berlarut-larut. Oleh karena itu, Allah menciptakan rasa syukur, sabar dan ikhlas.

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizqi yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan yang baik.” (Ar-Rad : 22)

Setiap manusia senantiasa mengharapkan kebahagiaan. Di dalam konsep hidup yang diciptakan Allah, tidak ada kebahagiaan yang dapat dicapai dengan begitu mudah. Akan senantiasa ada kerikil-kerikil ujian yang menguji keimanan manusia untuk tetap bertahan atau terperosok dalam jurang kekufuran. Ibarat seorang bayi untuk dapat berjalan ia harus melalui serangkaian ujian mulai dari terjatuh, tersandung, terpeleset, dll. Tapi semua itu senantiasa ia nikmati dengan pintu keikhlasan dan kesabaran. Sehingga ia pun tertawa bahagia karena dapat berdiri sebagai wujud rasa syukurnya. Itulah salah satu desain kehidupan yang telah Allah ajarkan semenjak kita bayi. Bahkan semenjak kita di dalam kandungan, Allah telah mengajarkan rasa syukur.

"Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya ruh-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur" (QS. as-Sajdah:7-9).

Semakin kita mempelajari tentang konsep hidup diciptakannya manusia semakin kita paham akan arti kehidupan. Allah telah memberi rumah-rumah keikhlasan dan kesabaran kepada kita, yang dilalui dengan jalan yang penuh dengan kerikil-kerikil ujian. Akankah kita tersandung dengan batu kekufuran ataukah terseok-seok tetap berjalan menuju rumah keikhlasan dan kesabaran untuk segera menutupnya dengan pintu kebahagiaan. Kini, tergantung kepada hati kita untuk tetap bertahan dengan kerikil-kerikil ujian. Bertahan dalam keimanan agar tidak terjerebab dalam kenistaan. Bertahan, bertahan, bertahan sehingga mampu menutup rumah keikhlasan dan kesabaran dengan pintu kebahagiaan. Pintu kebahagiaan manusia pasti akan dapat dicapai sesuai dengan kadar kemampuannya, sebagaiman firman Allah dalam Surat Al-Baqarah : 286

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa) : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami ; ampunilah kami ; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. “

Tidak hanya itu saja, Allah juga memberikan janji menuju pintu kebahagiaan kepada manusia bahwa didalam kesulitan pasti ada kemudahan.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

Tetap Optimis!!!

Wallahu'alam bishshowab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar